Program Penghijauan







![]() | Hari Ini | 180 |
![]() | Kemarin | 227 |
![]() | Minggu Ini | 407 |
![]() | Minggu Lalu | 1868 |
![]() | Bulan Ini | 3690 |
![]() | Bulan Lalu | 22254 |
![]() | All days | 61243 |
Your IP: 107.22.156.205
,
Today: May 20, 2013
SAFVER
SAFVER Project
Projek Safver bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pembudidaya ikan dalam melakukan usahanya guna meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction Project (ADB Loand No 2285- INO (SF)
KLH
Program Penghijauan
A. Pendahuluan
Kawasan Perkotaan merupakan kawasan yang penuh dengan berbagai macam aktifitas kemajuan dan pengembangan, baik pemerintahan, dunia usaha dan/atau masyarakat yang terus bertambah mengakibatkan kota menjadi padat dan tidak teratur yang tanpa disadari perlahan tapi pasti mengakibatkan kualitas lingkungan mengalami penurunan bahkan cenderung menjadi rusak. Kondisi ini dapat dilihat dari bertambahnya kuantitas sampah baik itu yang ada di kawasan fasilitas umum, kawasan drainase bahkan disepanjang aliran sungai yang ada di beberapa kota besar dan metropolitas di Indonesia, yang sekaligus sudah menjadi salah satu factor utama penyebab terjadinya banjir. Beberapa karakteristik dari isu lingkungan hidup di daerah perkotaan diantaranya : tingginya potensi konflik, tingginya factor ketidakpastian, minimnya areal kawasan hijau, limit waktu yang panjang antara kegiatan dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya serta minimnya pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup dan permasalahannya. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut maka usaha pengendalian dan upaya pelestarian lingkungan dalam pengelolahan lingkungan hidup merupakan satu usaha yang dinamis.
B. Permasalahan
1. Adanya keprihatinan yang mendalam terhadap berbagai aktifitas dan perusakan lingkungan akibat pembangunan tanpa memperhatikan kelestarian Lingkungan.
2. Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
3. Tumbuh pesatnya perumahan di wilayah areal penghijauan.
4. Sering terjadinya banjir dikawasan yang padat penduduk.
5. Meningkatnya Gas CO2, Metana dan Nitrogen dari kendaraan motor dan wilayah-wilayah produksi yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim serta pemanasan global yang diakibatkan dari pembalakan hutan secara liar (illegal loging).
6. Minimnya keanekaragaman hayati local akibat perusakan lingkungan.
C. Maksud dan Tujuan.
1. Meningkatkan Kuantitas Areal dan kawasan resapan dan tangkapan sumber Air
2. Memberikan wawasan segar lingkungan hidup kepada masyarakat untuk berperan dan berpartisipasi dalam penghijauan dan pengelolaan lingkungan hidup.
3. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola lingkungannya, khususnya penanganan sampah, drainase dan penghijauan
4. Tumbuh dan berkembang serta terciptanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan hidup
SENYULONG
Konservasi Buaya Senyulong
Tujuanya
Melindungi dan melestarikan habitat buayo senyulong dan zona lindung HTI PT Rimba Hutani Mas dalam upaya menongkatkan nilai-nilai konservasi kawasan
Aktitas yang dilakukan
1. Melakukan study potensi dan ancaman dalam membangun strategi pendekatan perlindungan, dan pelestarian habitat buaya senyulong dan zona lindung HTI PT.RHM.
2. Melakukan study kondisi tutupan lahan / vegetasi dan perkembangan biodeversity didalam areal PT RHM.
3. Penyusunan dokumen rencana pengelolahan konservasi habitat buayo senyulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
4. Seminar dan konservasi publik rencana pengelolahan konservasi habitat buaya senyulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
5. Membuat dan memasang papan atau tanda peringat a lokasi-lokasi startegis di sekitar areal habitat buaya senypadulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
6. Melakukan operasi operasi pemberantasan ilegal loging secara reguler di sekitar areal habitat buaya senypadulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
7. Melakukan patroli untuk pengawasan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di sekitar areal habitat buaya senypadulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
8. Melakukan penutupan dan penyekatan kanal-kanal liar di sekitar areal habitat buaya senypadulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
9. Melakukan Aksi penanaman dan pemeliharaan pohon di sekitar areal habitat buaya senypadulong dan zona lindung HTI PT. RHM.
10. Membuat dan mendistribusikan media kampanye tentang perlindungan dan pelestarian nilai-nilai konservasim kawasan kepada masyarakat lokal dan instansi terkait
11. Melakukan penyuluhan-penyuluhan tentang pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan kepada masyarakat lokal.
12. Penguatan kelompok-kelompok binaan dan mengembangkan usaha-usaha produktif kelompok melalui bantuan modal usaha dengan konpensasi terlibat aktif dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan.
HUTAN BAKAU
User18 Module
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Customisation Settings
A guide to the Replicant 2 customisation options that can be configured within the template's index.php. Read More...
LKM
User19 Module
Bantuan Usaha Kelompok Tani
Using the Typography
A guide to using the included the Replicant 2 typography styles in your site. Read More...
| SEMINAR KONSULTANSI | | Print | |
| Written by Administrator |
| Tuesday, 10 April 2012 07:05 |
|
Latar Belakang Hutan tropis dengan keanekaragaman hayatinya merupakan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya, namun kerusakan hutan tersebut diberbagai negara di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, bahkan dalam dua atau tiga dekade yang akan datang diperkirakan akan mengalami ancaman kepunahan. Hutan mempunyai peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia di muka bumi. Setiap perubahan bentuk penutup daratan yang berupa hutan, akan diikuti oleh perubahan bentuk kehidupan yang ada di sekitarnya. Dalam dimensi ruang dan waktu, hutan telah menjadi sumber kehidupan manusia mulai dari aspek ekonomi, ekologis, sosial, budaya dan bahkan religiusitas-komunitas.
Permasalahan Berdasarkan identifikasi kawasan Habitat Buaya Sinyulong menyangkut, kondisi keanekaragaman hayati, pada kerusakan ekosistem, yang pada akhirnya akan berdampak pada hilangnya habitat Buaya Sinyulong. Serangkaian permasalahan juga akan muncul ketika diharapkan terwujudnya kelestarian ekosistem Habitat Buaya Sinyulong. Permasalahan-permasalan tersebut secara umum dikelompokkan sebagai berikut: Untuk pencapaiaan tujuan utama untuk melindungi dan melestarikan habitat buaya senyolong dan zona lindung HTI PT Rimba Hutani Mas dalam upaya meningkatkan nilai-nilai konservasi kawasan. Maka seminar dan konsultasi public ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali masukan dari berbagai pihak, serta penyamaan persepsi terhadap renana pengelolaan konservasi habitat buaya senyulong di zona lindung HTI PT. RHM. Terlaksananya kegiatan ini dengan baik telah menghasilkan pemikiran dan semangat baru untuk berbuat terhadap upaya Konservasi Habitat Buaya Senyulong (Tomistoma Schegelii) di Zona Lindung HTI PT. RHM Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam kegiatan ini juga telah mengemuka berbagai permasalahan lingkungan, solusi, dan penyamaan persepsi tentang program yang dilaksanakan. |
| Last Updated on Tuesday, 10 April 2012 07:23 |









Pengelolaan Konservasi Habitat Buaya Senyulong (Tomistoma Schegelii)
Hutan rawa gambut merupakan salah satu tipe lahan basah yang paling terancam di Indonesia, yang keberadaanya mendapat tekanan dari berbagai aktivitas manusia. Lebih jauh lagi, kerusakan hutan rawa gambut, yang dipercaya sebagai penyimpan karbon di alam, dapat memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim global sebagai akibat dari bertambahnya emisi gas rumah kaca (termasuk unsur karbon) ke udara pada saat hutan dan lahan gambut terbakar. Alih guna lahan gambut menjadi lahan pertanian, perkebunan dan hutan produksi dapat mengancam keberadaan hutan rawa gambut alami. Kerusakan hutan rawa gambut juga dapat diakibatkan oleh sistem drainase yang dibangun secara kurang terkontrol sehingga mengakibatkan subsidens dan tergenangnya lahan gambut. Konversi hutan rawa gambut mengarah pada perubahan, yang seringkali bersifat tidak dapat kembali seperti kondisi semula (irreversible), khususnya pada fungsi ekologi dan hidrologi dari sebuah ekosistem yang penting dan unik ini.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh LSM Bakau bekerjasama dengan PT. RHM. Sedangkan pesertanya adalah masyarakat setempat, Perguruan tinggi, Mapala, LSM, Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Sumatera Selatan.